Minggu, 16 Juni 2024

MEMOAR KALA ITU

Di kursi roda ini, aku duduk menghadap halaman rumah yang cukup lapang. Terdapat gazebo kecil yang cukup untuk bersantai saat senja hadir di depan rumahku. Pemandangan ini selalu saja mengingatkanku akan historis semua tentangmu, istriku. 

Masih teringat jelas semua kenangan tentangmu, Suparwi. Kala kita bertemu untuk pertama kalinya. Waktu itu, tahun 1967. Aku melihat segerombolan gadis muda memasuki area pasar malam. Pardi, kawan baikku mulai bergelagat ingin berkenalan dengan salah satu gadis yang ia incar. Tapi aku tak tertarik sedikit pun. Aku lebih memilih menyantap tahu petis yang baru saja kubeli. 

Benar saja sesuai dugaanku, Pardi berhasil berkenalan dengan Sarita. Sedangkan para gadis lain mulai berpencar untuk melihat-lihat pasar malam yang hanya hadir satu tahun sekali di kota ini saat bulan Ramadan. Namun, aku melihat satu gadis yang menarik hatiku. Kuberanikan diri untuk mendekatinya. Ya, namanya Suparwi. 

Dialah gadis lemah lembut, dan manis senumnya. Rambutnya yang berkepang dua dengan pita merah di ujungnya, menambah apik paras wajah bulatnya. Mengenakan sweater rajut coklat dan rok hitam selutut. Sungguh sedap dipandang. Tak akan pernah kulupakan kesan pertamaku bertemu dengannya. Tiap kenangan manis tentangnya, tiap ucapan lemah lembutnya, tiap sedapnya masakan yang tercipta dari tangan ajaibnya, mana mungkin bisa aku lupakan. 

Setelah mengenal lebih dalam tentangnya, singkatnya, aku menikah dengannya. Kami dikaruniai 5 orang anak. Ibu, panggilannya dari anak-anak kami. Hari-hari terasa cepat berlalu. Tangis, tawa, cerita bahagia, sedih, susah, senang kita lalui bersama-sama selama 27 tahun ini. Tapi tak jarang pula aku melakukan kesalahan dan dia selalu saja memaafkanku. Kenapa ada orang yang sesabar kau, Suparwi? 

Hari itu, tepat satu hari sebelum ulang tahunnya. Dia terjatuh lunglai. Kugendong ia dalam pelukanku. Mencoba menyadarkannya dan mengguncangkan badannya, apa saja kulakukan demi membuatnya bangun kala itu. Anak kami Wawan yang kutelepon, langsung datang dan membawanya ke rumah sakit. Dokter bilang ini adalah gerd akut. Tapi kenapa aku tidak pernah mengetahuinya? Bahkan, tentang sakitnya pun aku lalai, padahal sudah puluhan tahun aku bersamanya. Ah Suparwi, sungguh maafkan suamimu yang tak becus untuk mengurusmu. Aku benar-benar sangat menyesal kala itu. Egoku selama ini yang terlalu tinggi sungguh aku menyesalinya.

Satu minggu setelahnya, Suparwi meninggalkanku untuk selamanya. Kini di usia senja ini, kuhabiskan dengan mengenang perjalanan kita sembari mempersiapkan bekalku untuk bertemu denganmu di akhirat nanti. Semoga pertemuan kita nanti, menjadi pertemuan terakhir yang selamanya.


Warkop Sejuk di Malang Buka 24 Jam

Bagi kalian warga Malang atau yang mampir ke Kota Malang, Jawa Timur, yang suka nongkrong, wajib ke warkop satu ini. Namanya warkop Elton 28. Entah kenapa namanya sedikit aneh dan susah diingat. Terletak di Simpang Balapan No.11, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, warkop ini tergolong memiliki lokasi yang strategis. Berada di pusat kota, warkop ini buka 24 jam non-stop.
Yang menarik dari warkop Elton 28 ini selain lokasinya yang strategis, juga suasana yang dihadirkan di warkop ini tergolong sangat sejuk di siang hari. 
Terdiri dari bangunan utama yang merupakan arsitektur peninggalan jaman Belanda, warkop ini bisa dikatalan unik. Terdapat satu bangunan utama besar yang merupakan tempat kita memesan minuman dan makanan serta kasir untuk pembayarannya. Di dalamnya juga terdapat beberapa meja kursi untuk tempat nongkrong indoor. Kemudian terdapat bangunan kecil lainnya di sebelah kanan bangunan utama, merupakan akses untuk menuju ke toilet warkop. Di sebelah toilet, ada bangunan dapur terbuka dan kita bisa melihat para karyawan menyiapkan makanan pesanan kita. Kemudian di depan bangunan utama terdapat halaman yang sangat luas berbentuk letter L yang ditumbuhi oleh pohon-pohon besar yang rindang. Di sini memberikan sensasi ngopi ala warkop di depan rumah tua yang memiliki halaman luas serta banyak pepohonan besar di halamannya. Sungguh sangat sejuk berada di sana walau di siang hari.
Harga kopi dan makanan yang ditawarkan juga cukup murah, yah namanya juga warkop, pasti yang ada di bayangan kita memang harga-harga sekelas warkop biasa ya. Di tempat ini, harga segelas kopi mulai dari Rp. 3.000,- saja. Dan berbagai aneka camilan yang bisa dinikmati sembari menyeruput pahitnya kopi juga dihadirkan disini dengan harga mulai dari Rp. 8.000,- saja.

Berikut menu yang ada pada warkop Elton 28.
Warkop ini tidak disarankan untuk para pecinta kopi roaster atau kopi seduh manual brew karena yang disajikan di warkop Elton 28 ya memang kopi sekelas warung kopi biasa. Namun walaupun begitu, warkop Elton 28 di pagi maupun siang hari termasuk tempat yang ramah anak. Beberapa kali saya ke sana di pagi dan siang hari, tempatnya tidak terlalu ramai dan jika mengajak anak-anak sangat cocok untuk diajak duduk-duduk di bawah pohon rindang sambil melihat mereka berlarian di halaman yang cukup luas.


Sabtu, 15 Juni 2024

Stop! Jangan Menikah Jika Tidak Siap Repot

Buat kalian para single sebaiknya lebih berhati-hati untuk menentukan kapan siap nikah. Kalian lebih membutuhkan edukasi mengenai behind the scene pernikahan, dibandingkan dengan konten-konten "kita bikin romantis."

Come on, menikah tidak sebercanda itu karena faktanya, kita tidak hidup di negara dengan mayoritas pasutri harmonis. Kita hidup dan dibesarkan dengan berbagai rumusan masalah keluarga. Postingan lewat yang kalian lihat di sosial media tentang kemesraan hanyalah etalase belaka. Kalian tidak pernah tahu hal mengerikan macam apa yang telah terjadi di baliknya. Bukannya menakut-nakuti, tapi hal ini dirasakan hampir di setiap rumah tangga. Baik yang menikah muda, maupun nikah di usia yang cukup matang. Kesiapan mental tidak memandang usia, hanya saja kalian perlu mempersiapkan benar-benar mental kalian untuk memasuki jenjang pernikahan. Tidak asal berlandaskan cinta dan kasih sayang saja.

Aku ambil pelajaran bahwa keputusan untuk tidak buru-buru dalam menikah adalah pilihan yang bijak bagi kalian yang belum siap untuk repot.

"Ah tapi aku bahagia meskipun nikah muda!"
"Kan bisa learning by doing, repot amat!"

Wait, tulisan ini bukan untuk menyalahkan orang yang sudah menikah, tidak. Aku pun kini juga telah menikah. Tapi aku cuma ingin bilang untuk kalian yang masih single belajarlah lebih bijak dan jangan menganggap semua bisa "jalanin dulu aja" termasuk soal menikah.

Kenapa harus siap repot? 

Karena cinta sejati saja tidak cukup dalam pernikahan. Kamu tidak makan cinta sayang. Komunikasi saja juga tidak cukup untuk memelihara hubungan dengan pasangan. Kompromi saja tidak cukup untuk menjadi orang tua dan membesarkan anak. 
Jika pikiran kita masih sering berdebat tentang siapa yang lelah dan siapa yang mesti mengalah dalam rumah tangga, siapa yang cuci piring dan siapa yang jaga anak, berarti ada perkara yang belum beres di kepala kita.

Kita belum sadar bahwa menikah bukan hanya tentang mengubah status, tapi juga mengubah peran kita sebagai individu. 
Menikah bukan tentang "Aku dan kamu menjadi kita", tapi, "Kamu mau tidak seumur hidup saling belajar bersamaku?"

Aku semakin paham kenapa setan benci dengan pernikahan. Ya karena menikah adalah ibadah terpanjang. Seumur hidup sejak kamu menikah yang setiap prosesnya, setiap amalannya, dua kali lipat bisa menghantarkan kita ke surga.

Jadi, kalian sudah siap repot belum? 
Repot untuk sabar
Repot untuk menerima
Repot untuk memahami
Repot untuk memaafkan
Repot untuk memaklumi




Jumat, 14 Juni 2024

Flu Singapura, Apa Penyebabnya dan Bagaimana Cara Mengobatinya?

Belakangan ini sering muncul adanya virus enterovirus atau sering disebut sebagai Flu Singapura. Virus ini kebanyakan menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun. Penyebaran virus Flu Singapura ini sangat cepat dan menyebar melalui kontak langsung maupun lewat udara. Penularannya sama seperti virus flu pada umumnya. Cepat sekali.


Berdasarkan pengalaman saya baru-baru ini yang merawat anak saya usia3,5th, flu singapura ini tidak berbahaya apabila ditangani dengan cepat dan tepat. Gejala awal dari anak yang terjangkit virus ini adalah sebagai berikut:


  1. Demam. Demam pada anak sangat lumrah dan dalam kasus flu singapura, demam bisa sampai mencapai 38-39 derajat celcius. Bila anak demam, segera beri obat penurun panas atau kompres menggunakan air hangat saja.

  2. Muncul ruam merah dan seperti luka melepuh pada telapak tangan dan telapak kaki anak. Ruam yang muncul ini memberi efek gatal-gatal pada anak dan perih jika terkena air.

  3. Muncul sariawan di pangkal tenggorokan, langit-langit mulut, atau pun di seluruh dalam mulut anak. Hal ini menyebabkan nafsu makan anak berkurang karena tidak nyaman dan sakit saat mengunyah maupun menelan makanan.

  4. Muncul bintik kecil berisi cairan di area siku, lutut, lipatan tangan dan kaki serta sekitar daun telinga. Bintik kecil ini menyerupai cacar air tapi tidak sebesar cacar air. Terasa gatal dan akan perih jika terkena air.

  5. Bisa disertai batuk atau pilek. Dalam beberapa kasus, anak akan mengalami batuk dan pilek bersamaan dengan munculnya tanda-tanda di atas.


Penyebab flu singapura adalah karena virus enterovirus yang masuk ke dalam tubuh anak. Biasanya anak yang sering kontak langsung dengan pengidap flu singapura akan rawan tertular. Penyebaran virus bisa melalui udara contohnya saat pengidap flu singapura bersin, bisa juga penularan lewat air liur, cairan feses, dan cairan tubuh lainnya.

Cara pencegahan agar virus ini tidak sampai masuk ke dalam tubuh yaitu dengan memperhatikan kebersihan anak dan lingkungan anak, seperti:

  • Mencuci tangan sebelum makan

  • Tidak bergantian alat makan dengan siapa pun, buat alat makan anak khusus untuk dirinya sendiri dan tidak boleh dipinjam-pinjamkan apalagi dengan teman.

  • Membawa botol minum sendiri. Menghindari berbagi botol atau sedotan kepada temannya.

  • Cuci tangan, cuci kaki, dan cuci wajah setelah keluar dari rumah atau setelah bertemu dengan orang banyak. Lebih baik lagi kalau mandi sekalian.

  • Menjaga jarak dengan teman atau orang yang terlihat sakit.

  • Minum vitamin atau madu dengan teratur untuk menambah daya tahan tubuh anak agar tidak mudah tertular penyakit apapun.


Namun jika sudah terlanjur terjangkit, maka pengobatan yang tepat bisa membantu menyembuhkannya atau ikuti petunjuk berikut:

  1. Jangan panik. Jika orang tua mendapati anak demam panas dan mulai muncul ruam, sariawan dan gejala yang disebutkan di atas, maka jangan mendadak panik. Pertolongan pertama adalah menurunkan panas anak terlebih dahulu. Kemudian bawa anak ke dokter.

  2. Minum obat anti-virus yang telah diresepkan oleh dokter.

  3. Penuhi kebutuhan air anak. Anak harus tetap terhidrasi dengan baik, hal ini akan membuat demam anak cepat turun dan tidak perlu rawat inap di rumah sakit.

  4. Oleskan salep secara teratur. Dokter akan meresepkan salep untuk ruam dan bentol yang ada di tubuh anak.

  5. Beri obat sariawan yang telah diresepkan dokter.

  6. Minum obat secara teratur dan tetap penuhi gizi harian anak.


Saat si kecil sakit memang kita akan sedih dan merasa kebingungan jika hal ini belum pernah terjadi sebelumnya pada anak anda. Namun, tetap tenang dan melakukan apa yang dokter katakan adalah hal yang sudah tepat. Flu singapura ini tidak bisa sembuh secara instan, butuh proses 7 hingga 10 hari untuk benar-benar sembuh dan bisa beraktivitas seperti semula.


Rabu, 12 Juni 2024

Kita yang Tak Sama

Richie memandangi wajah Vela lekat-lekat. Gadis berambut panjang yang memiliki mata bulan dan kulit sawo matang itu menjadi salah tingkah karenanya. Seketika Richie berkata,
"Jadi, besok sudah mulai puasa ya kamu?"
"Iya nih. Nanti malam aku mau ikut tarawih di masjid dekat rumah. Jadi, rencana cari bukunya ditunda dulu ya?"
Richie tidak menjawab.
"Gak apa-apa kan?"
"Eh, iya. Gak apa-apa kok. Kamu fokus ibadah aja dulu."
Sejenak, mereka terdiam di bangku taman kota yang tidak jauh dengan kampus Vela. Raut wajah Richie yang menunjukkan kekecewaan seketika berubah menjadi kegirangan seperti mendapatkan ide bagus.
"Ah, aku tahu. Bagaimana kalau rencana mencari bukunya diganti besok sore saja? Setelah itu biar lanjut cari buka puasa untuk kamu."
"Boleh. Oke besok ya."
Keduanya sudah berada disana sekitar satu jam. Kini mulai bersiap untuk pulang. Richie menyalakan motor tua kesayangannya, membonceng Vela yang ingin cepat pulang karena hari sudah sore.

Sesampainya di depan rumah Vela, Richie tak langsung pamit pulang.
"Vel, kamu tau gak kenapa aku bisa tertarik sama kamu padahal kita berbeda?"
Vela tak langsung menjawab, dia berdiam diri sejenak tertegun, tertunduk, lalu kembali melihat sosok lelaki berkulit putih, bermata sipit, dan rambut kecoklatan di bawah sinar matahari senja.
Entah apa yang dipikirkan Vela, tapi ia hanya menggelengkan kepala. Tanda tak tahu.
Belum sempat Richie berbicara, terdengar teriakan dari dalam rumah Vela. "Vela, cepat masuk. Sudah mau magrib."
Vela pun bergegas masuk ke dalam rumah seraya berkata, "Eh besok ya. Dah."
Richie mematung. Kemudian dengan muka lesu dia tancap gas menjauhi rumah Vela.

Banyak perbedaan diantara mereka, namun tidak menjadi halangan bagi mereka untuk saling bertoleransi satu sama lain. Perihal beda keyakinan adalah yang paling mencolok di keduanya.
Waktu terus berlalu, semakin lama menjadikan mereka semakin akrab dan dekat. Namun, satu hal yang menjadi pertanyaan bagi Vela. Suatu pagi yang menjadi malam terakhir di bulan Ramadan, Vela memberanikan diri untuk bertanya pada Richie.
"Kita sudah sejauh ini. Nanti akan tiba saatnya kita mempertanyakan, apakah salah satu dari kita akan rela memindahkan keyakinannya kepada Tuhannya, demi cintanya kepada manusia?"
Richie hanya terdiam. Seketika muncul banyak pertanyaan yang memberondong kepalanya. Seolah berpikir jauh dan belum terjawab pula sampai saat ini..


Aku dan Cinta Pertamaku

Tidak banyak yang bisa aku ceritakan tentangnya. Tapi memori singkat itu akan selalu membekas dalam benakku. Tangis, tawa, marah, canda yang selalu terngiang di dalam pikiranku. Sampai kapan pun tidak akan pernah kulupakan dan aku tidak ingin lupa. Suaranya tak pernah meninggi, tawanya selalu menular. Tiga belas tahun kami hidup bersama dan tak pernah aku merasa tidak diinginkan. Pelukannya selalu hangat. Aku tidak pernah tau apa yang dirasakannya diluar sana, yang aku tahu dia sangat baik dan mempesona. Kami selalu terlihat mesra dengan aku yang selalu manja kepadanya.
Pagi itu sangat gaduh. Terdengar teriakan kencang dari mama.
“Haaaaa. Pergi sana. Pergiiii!” Teriak mama.
Aku dengan mataku yang setengah mengantuk mencoba memahami keadaan yang sedang terjadi di rumah. Saat itu aku tidak hanya tinggal dengan mama, papa, dan adik tetapi juga ada yangkung dan yangti. Disebelah rumah, hanya berbeda 4 rumah, ada rumah bude Emi, kakak kandung mamaku. Pagi itu semua orang berkumpul di kamar mama papa, terlihat bude Emi, yangkung dan yangti memegangi kedua tangan mamaku, menahannya untuk tidak melemparkan semua benda yang ada didekatnya. Setelah melihat aku keluar dari kamarku dan melihat kejadian itu, bude Emi dengan cepat langsung menggandeng tanganku dan menggendong adikku untuk diajak kerumahnya. Banyak pertanyaan yang ada dalam benakku. Kenapa mama? Apa yang terjadi dengan mama dan papa sehingga aku melihat papa yang mematung dan mama yang teriak bak orang kerasukan?
Beberapa hari setelah kejadian itu, aku baru tahu bahwa ini adalah awal dari perpisahan kami, perpisahanku dengan papa. Ya, mama memutuskan untuk bercerai dengan papa. Tapi yang aku pahami saat itu adalah aku tidak akan pernah bertemu lagi dengan papa, laki-laki pertamaku, cinta pertamaku. Hatiku sangat sedih dan perih sekali saat mengingat dan memikirkan hal itu. Saat itu aku masih berusia tiga belas tahun. Hal yang aku butuhkan sepenuhnya adalah papa dan mama yang harusnya terus bersama, menemaniku sampai aku dewasa dan memiliki anak yang juga berarti itu adalah cucu mereka. Aku sempat jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit karena gejala tifus. Aku berharap bisa bertemu papa dan kami menghabiskan banyak waktu bersama. Tapi itu hanyalah anganku karena mama tidak membiarkan papa berlama-lama menjengukku. Kami hanya menghabiskan waktu kurang dari satu jam dan itu pun diawasi ketat oleh mama seakan-akan aku dalam kondisi yang berbahaya jika bersama papa.
“Mbak yang kuat ya, kalau ada apa-apa bilang Papa ya.” dengan suara setengah berbisik, papa mengucapkan kata-kata yang seketika membuat aku tidak bisa berkata apa-apa. Padahal yang sebenarnya, banyak sekali pertanyaan yang terlintas di benakku. Apa aku masih bisa bertemu papa? Apakah papa akan sering-sering mengunjungiku? Tidak bisakah mama dan papa bersatu kembali? Sehingga kami tidak akan pernah dipisahkan secepat ini? Aku butuh papa, jangan pergi pa!
Namun itulah aku, yang sampai saat ini selalu dalam keadaan sulit untuk mengutarakan perasaanku dan takut untuk menyampaikan hal yang membuatku tidak nyaman. Pun saat aku akhirnya bertemu kembali dengan papa setelah dua belas tahun lamanya kami tidak saling kontak. Kami bertemu lagi pada akhirnya di KUA. Ya, aku akan menikah dan pencarianku untuk membawa papa hadir ke pernikahanku sampai pada titik ini. Kami berdua mematung selama beberapa detik sampai akhirnya saling menyapa.
“Mbak apa kabar? Sehat? Gimana kabarnya adik?” papa gugup.
“Alhamdulillah baik Pa.” hanya kalimat itu yang bisa aku ungkapkan. Padahal banyak pertanyaan dan pernyataan yang ingin aku sampaikan ke papa. Tapi kami hanya bisa gugup dan bergerak sesuai arahan petugas KUA saat itu.
“Mbak maaf ya Papa tidak bisa datang ke acaramu. Kamu jaga diri baik-baik ya.”
Aku hanya mampu menganggukkan kepala.
“Mas, titip Sera ya. Dia putriku, kekasih hatiku, rejeki pertamaku, penyemangatku. Jaga dia seperti saat aku menjaganya dulu ya.” suara papa mulai bergetar.
“Iya Om.”
Aku menangis. Sungguh rasanya sangat rindu ingin memeluk. Mengatakan bahwa aku selama ini merindukannya, membutuhkannya, berharap bisa berkumpul untuk sekedar makan bersama. Tapi aku hanya mematung disitu dan tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutku. Itulah terakhir kalinya kami bertemu. Aku sangat menyesal sekali kenapa kami tidak menghabiskan waktu bersama saat itu. Banyak bercerita tentang pahit manis kehidupan yang aku lalui tanpanya. Kini aku kehilangan papa untuk selamanya. Tapi kenangan kami yang singkat akan selalu membekas di benakku.
Perasaan terbaik adalah perasaan yang diungkapkan dan dikomunikasikan.

Senin, 10 Juni 2024

Setrika Lebih Susah dari pada Mencuci?

Siapa di sini tim setrika? Sayaaaaa..
Tim cuci baju mana suaranya?

Ibu-ibu pasti relate dengan pilihan ini. Sebagian orang memilih lebih baik mencuci dari pada setrika baju. Eits, di sini cuci baju yang aku maksud adalah cuci baju manual menggunakan tangan ya, bukan pakai mesin cuci, itu mah semua suka! 
Sebagian orang lainnya lebih suka menyetrika saja dari pada mencuci, seperti aku. Sebetulnya tidak ada keharusan kalian mencuci dan setrika sendiri, tapi ini aku masukkan ke dalam daftar skill bertahan hidup. Ada juga yang bilang, asal baju sudah di cuci, tidak perlu disetrika pun tak apa. Jadi, apa sih sebenarnya pertimbangan orang merasa bahwa setrika itu lebih berat dari pada mencuci?
1. Setrika butuh ruang dan waktu yang pas
Tidak seperti mencuci yang bisa dilakukan kapan saja. Setrika membutuhkan sekumpulan niat untuk segera mengerjakannya. Selain itu, setrika akan menghabiskan hampir seluruh energi kita untuk duduk diam lama dalam posisi yang terkadang tidak santai. Alih-alih menggunakan waktu luang, setrika harus menyisakan waktu tersendiri agar semua terlaksana dengan baik. Butuh minimal satu hingga dua jam untuk mengerjakan keseluruhannya. Tidak seperti setrika, mencuci lebih gampang dan efisien jika kita melakukannya saat bebarengan dengan kegiatan mandi. Bahkan satu atau dua pakaian pun bisa dicuci saat mandi.

2. Setrika tidak bisa ditinggal-tinggal
Berbeda dengan mencuci pakaian, yang jika kita sedang terkendala sesuatu masih bisa ditinggal dan dilanjutkan nanti (karena sekaligus proses merendam) setrika tidak bisa ditinggal sebentar saja kalau masih ingin pakaianmu tetap utuh dan tidak terbakar. Maka dari itu butuh waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan pakaian yang akan di setrika.

3. Tidak tahu cara melipat yang benar
Waktu sudah ada, niat sudah terkumpul, giliran sudah ada baju yang di setrika, eh kita tidak tahu cara melipatnya. Maka jadilah bentuk acak dari pakaian yang sudah disetrika tadi. Melipat dengan cara yang salah mengakibatkan pakaian akan kusut dan susunan baju di lemari tidak terlihat rapi. Skill setrika dibarengin dengan skill melipat akan menjadi kombinasi yang baik.

4. Bahan Khusus Anti Setrika
Pada beberapa pakaian, ada yang boleh disetrika maupun tidak. Jadi kita perlu mengetahui bahan-bahan pakaian seperti apa yang boleh disetrika dan tidak guna menghindari pakaian rusak. Bahkan ada jenis kain yang memang tidak perlu disetrika dan langsung di lipat.

5. Perlu skill mengatur suhu alat setrika
Ada bahan pakaian yang bisa langsung dilipat, ada pula bahan pakaian yang masih harus disetrika tetapi harus dengan suhu kecil. Biasanya pakaian jenis ini adalah pakaian yang berbahan wool, silk, sutera, dan lace. 

Dari Limbah Jadi Mainan Anak: Solusi Edukasi dan Lingkungan dalam Satu Sentuhan

     Bukir, Kota Pasuruan, Jawa Timur adalah salah satu penghasil mebel terbesar di Jawa Timur. Tidak kalah dengan kota Jepara, mebel di Kot...