Senin, 20 Oktober 2025
Dari Limbah Jadi Mainan Anak: Solusi Edukasi dan Lingkungan dalam Satu Sentuhan
Kamis, 09 Oktober 2025
MY LIBERATION NOTES, Kesan yang Aku Alami Setelah Nonton Ini!
Selasa, 07 Oktober 2025
Cuci Mobil di Malang, Bisa Sambil Ngapain Aja?
Kamis, 15 Mei 2025
Mata Kering : Jangan Buru-buru ke Dokter!
![]() |
| Snellen untuk periksa mata. Sumber : tokopedia.com |
Hari di mana aku mendatangi klinik mata. Menunggu antrean tidak terlalu lama karena aku ke sana jam 8 pagi jadi masih belum terlalu ramai. Menurut prosedur di klinik mata ini, setelah menuju loket pendaftaran, aku masuk di sebuah ruangan yang berisi banyak sekali alat untuk tes mata. Serangkaian tes yang kulakukan adalah sebagai berikut:
Tes Biometri : Pengukuran dimensi pada anatomi mata. Di sini aku disuruh duduk di depan sebuah alat dan aku diminta membelalakkan mata sedangkan petugas di belakang alat mencatat hasil dari tes ini.
Tonometri non kontak : Mengukur tekanan di dalam bola mata. Dengan cara menggunakan alat yang akan meniupkan udara ke mata yang terbuka. Jujur agak kaget pas tes ini karena disuruh buka mata dan tiba-tiba “wush” seperti ada yg meniup kencang bola mataku.
Uji Refraksi / Tes ketajaman penglihatan : Tes ini cukup awam bahkan di optik pun selalu ada tes ini untuk menentukan ketajaman mata. Tes ini menggunakan kartu snellen atau papan huruf dan angka dengan ukuran beragam. Lalu mata kita akan ditutup satu persatu secara bergantian untuk menentukan apa ada miopi atau hipermetropi.
Setelah melakukan rangkaian tes tersebut, barulah aku diarahkan menuju ruangan dokter. Di sana aku ditanya tentang gejala apa saja yang aku rasakan. Aku melakukan satu tes terakhir bersama sang dokter yaitu pemeriksaan fisik mata dengan menggunakan oftalmoskop. Untuk mengetahui kondisi bagian dalam kelopak mata, kornea, sklera, lensa, pupil, iris, dan cairan dalam bola mata.
Ternyata hasil dari pemeriksaan mataku normal, tidak ada miopi seperti yang aku khawatirkan selama ini, jadi aku tidak perlu memakai kacamata minus. Katarak pun tidak nampak.
Dokter mengatakan bahwa kondisi mataku sangat kering.
GEJALA MATA KERING
Sebetulnya tidak perlu ke dokter mata pun tidak apa-apa ya kalau kalian sudah tau gejala mata kering seperti yang aku alami kemarin. Aku keburu khawatir dan parno dengan ketidaknyamanan mataku jadi nggak tahu harus apa. Beberapa gejala mata kering yang aku alami selama satu bulan ini bisa kalian waspadai juga agar tidak sampai jadi seperti aku:
1. Mata terasa SEpet, PErih, LElah
Kalau sudah begini, kalian harus cepat-cepat waspada dan segera mengatasinya. Bisa dengan cara teteskan Insto Dry Eyes yang mengandung bahan aktif yang bekerja memberikan efek pelumas pada mata. Efeknya adem banget di mata dan ini seperti air mata sungguhan lho! Jadi kapan pun kalian butuh, langsung tetesin aja deh!
![]() |
| Dok. Pribadi |
2. Penglihatan kabur terutama setelah menatap layar atau membaca. Kalau sudah begini memang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari karena setiap hari kita pun nggak bisa lepas dari layar. Jangan kucek mata juga ya teman-teman karena ini juga nanti bisa memperparah keadaan mata kita.
3. Sensitif terhadap cahaya. Cahaya apapun bisa jadi menyilaukan untukku. Makanya kemarin aku sempat memakai kacamata ke mana-mana karena benar-benar silau dan pusing saat terkena cahaya. Bahkan menatap handphone beberapa menit saja sudah buat aku pusing ya.
4. Mata terasa gatal dan tidak nyaman. Jangan sepelein mata jika terasa gatal dan nggak nyaman bahkan sampai ada yang mengganjal. Itu tandanya kamu perlu istirahat. Beri jeda pejamkan mata atau tidak menatap layar dulu selama kurang lebih 5 menit kalau benar-benar merasa mata sudah lelah sekali.
CARA MENGATASI MATA KERING
1. Sering mengedipkan mata dan mengistirahatkan mata saat sedang bekerja di depan layar. Istirahatkan mata selama 20 detik saat sudah menatap layar selama 20 menit. Begitu pula saat baca buku. Ini mencegah agar mata tidak terlalu lelah dan tidak kehilangan kelembabannya.
2. Hindari paparan asap, angin, paparan sinar matahari langsung, dan udara yang kering. Polusi udara dan angin menyebabkan mata kita cepat kering. Sebisa mungkin menghindari paparan tersebut dan menggunakan pelindung untuk mencegahnya. Bisa pakai kacamata agar paparan terik matahari juga tidak langsung mengenai mata kita.
3. Istirahat yang cukup dan kelola stress. Kegiatan sehari-hari kita yang tidak pernah lepas dari layar (terutama layar handphone) menyebabkan mata kelelahan dan bisa mengurangi kadar air mata. untuk itu bisa sering mengistirahatkan mata dan malamnya harus tidur cukup minimal 8 jam untuk orang dewasa.
4. Makan makanan yang mengandung vitamin A dan omega-3. Makanan bergizi juga penting untuk mengoptimalkan fungsi tubuh. Terutama vitamin A dan omega-3 yang dibutuhkan oleh mata. Vitamin A bisa kita dapat dari sayur wortel, buah tomat, dan buah berwarna merah lainnya. Sedangkan kandungan omega-3 banyak di dapat pada ikan-ikanan.
5. Membawa Insto Dry Eyes kemana pun. Penting banget buat aku selalu bawa Insto Dry Eyes ke mana-mana karena kegiatan sehari-hariku kebanyakan di luar rumah, antar jemput anak sekolah, jadi sewaktu-waktu aku butuh untuk mengembalikan kelembaban mataku, aku bisa teteskan kapan saja.
![]() |
| Dok. Pribadi |
Share pengalaman kamu juga dong tentang mata kamu. Apa pernah sampai parno kayak aku gini dan buru-buru ke dokter mata?
Minggu, 11 Mei 2025
Seminar Parenting : Peran Orang Tua Terhadap Tontonan Anak
Kamis, 14 November 2024
Guru Terbaik (Part 1)
Minggu, 23 Juni 2024
3 Level Parenting, Kamu di Fase Apa?
Parenting Hat (topi parenting dalam kehidupan sebagai orang tua sangat penting untuk kita sadari. Sebagai orang tua kita akan memakai topi yang berbeda di setiap tahap usia anak. Namun terkadang, ketidakpercayaan kita sebagai orang tua terhadap anak menyebabkan kita tidak pernah berganti topi parenting. Dalam beberapa kasus, anak akan merasa tidak nyaman dan terganggu oleh orang tua sendiri akibat kesalahan orang tua dalam menerapkan topi parenting ini. Sebetulnya, apa sih topi parenting atau parenting hat ini? Sebagai orang tua, kita harus berubah seiring dengan perubahan anak-anak kita. Anak ketika beranjak remaja, sudah tiak bisa lagi diperlakukan seperti balita. Itulah gunanya topi parenting ini, 3 topi yang memainkan peranan berbeda sesuai dengan tahap kehidupan anak. Inilah prinsip 3 topi dalam parenting menurut Arun Gogna dalam bukunya, Lasting Gifts You Can Give Your Children:
Controling Hat (Topi Pengontrol) usia 0-9 tahun
Pada fase ini orang tua mengatur semua kegiatan anak. Mulai dari mandi, makan, jam tidur, dan semua hal tentang anak akan orang tua atur sedemikian rupa. Orang tua akan buat aturan untuk anak, ikut kontrol semua kegiatan dan apa pun kebutuhan anak. Istilahnya ikut main di lapangan juga. Di tahap ini orang tua masih berhak menegur dan meluruskan apa saja yang menurut orang tua kurang pas bagi mereka. Hal ini termasuk membiasakan anak pada hal-hal positif, membantu anak memilah yang baik dan buruk, agar saat dia menuju fase selanjutnya (>9tahun) mereka sudah bisa dan terbiasa melakukan tugas dan tanggung jawab pada diri sendiri tanpa harus disuruh-suruh lagi.
Coaching Hat (Topi Pelatih) usia 9-18 tahun
Ketika sudah memasuki usia ini, anak diharapkan telah mengerti dan memahami aturan antara orang tua dan anak yang telah disepakati. Orang tua sudah tidak terlalu mengontrol anak tetapi lebih ke mengingatkan. Anak lebih bertanggung jawab pada dirinya sendiri. Tidak melulu semuanya harus disuruh atau diatur lagi. Bukankah coach tidak ikut main dilapangan kan?
Consulting Hat (Topi Konsultan) usia >18 tahun
Fase ini mungkin menjadi fase orang tua untuk melepas anak. Menjadikan anak sebagai individu yang siap berbaur di dalam masyarakat. Orang tua akan memainkan peran sebagai konsultan saja. Kepercayaan orang tua terhadap apa pun keputusan anak dalam fase ini memang terasa agak berat bagi para orang tua. Namun beginilah fase parenting dan tugas kita menghantarkan anak pada kesuksesan dan kepercayaan dirinya. Orang tua sudah tidak lagi mengatur keputusan hidup anak. Hanya menjadi konsultan saja. Dan sebagai seorang konsultan sebisa mungkin tidak memberi saran ketika tidak ditanya.
Menjadi orang tua memang perlu terus - menerus belajar. Ketidaktahuan dan keterbatasan ilmu orang tua kita jadikan alasan untuk tutup mata dan mewariskan semua kesalahan perenting pada anak. Yuk menjadi orang tua yang asik untuk anak-anak kita.
Stop! Jangan Teruskan Hubungan Seperti Ini!
Motivasi Aja Nggak Cukup!
Sabtu, 22 Juni 2024
ART juga Wanita Bekerja
Asisten Rumah Tangga (ART), baby sitter, nanny, atau siapapun yang bekerja di rumahmu merupakan wanita karir. Bagaimana bisa? Ya, mereka juga menjadi perempuan yang bekerja. Selama ini yang terpikirkan di benak kita tentang wanita karir atau perempuan bekerja adalah perempuan yang “ngantor” atau terlihat bekerja dengan dandanan rapi, bersepatu, dan berdandan. Namun nyatanya, ART atau Pekerja Rumah Tangga (PRT) juga wanita karir lho!
Sudah Lulus Sekolah Ya Kerja!
54,69% pekerja di Indonesia mayoritas sekolah sampai lulus SD dan SMP (Sumber: BPS 2023). Setelah sekolah, lalu ngapain? Ya sama seperti kalian. Bekerja. Di berbagai sektor termasuk sektor infoemal seperti di rumahmu. Lebih dari 4juta perempuan Indonesia bekerja sebagai asisten rumah tangga atau Pekerja Rumah Tangga (PRT) (Sumber: Databoks 2024).
Sudah Kerja Ya Nikah!
Jika perempuan lulus SMP usia 15 tahun langsung bekerja jadi PRT, lima tahun bekerja ya capek juga, lalu mereka ngapain lagi? Biasanya ya menikah. Sama denganmu, sama dengan kita. Lulus kuliah, bekerja, kemudian kebanyakan di antara kita langsung ingin menikah kan?
Sudah Nikah Ya Nurut Suami!
Lalu saat sudah menikah, mereka akan lebih mendengarkan perkataan suami. Jika suaminya menyuruhnya berhenti kerja, dia jadi berhenti juga kerja padamu. Kamu merasa ruwet dan kewalahan karena harus mencari PRT baru? Sementara dia? Hanya ingin menjadi perempuan pada umumnya. Nurut pada suami. Layaknya pekerja kantoran yang resign karena telah menikah dan mengabdi pada suami. Tapi ada juga kok suami yang tetap mengizinkan bekerja sehingga dia bisa kembali bekerja meski sudah menikah. Sama sepertimu juga.
Lalu Punya Anak...
Saat datang di masa memiliki anak, maka pilihannya akan:
Berhenti bekerja karena tidak sampai hati mengurus anak orang sementara anak sendiri diurus orang tua/mertua di kampung.
Masih ingin bekerja, tapi bingung anak diurus siapa karena tidak ada yang bisa dititipi.
Lanjut kerja karena di rumahmu (tempat kerjanya) punya support system bagus dan menyadari kalau punya anak = butuh biaya besar.
Perempuan di level ekonomi mana pun menghadapi kesulitan yang sala dalam hal pengasuhan anak.
Banyak Juga yang LDM
PRT yang sudah menikah dan suaminya tidak bekerja juga di tempat yang sama, mereka adalah pasangan LDM (Long Distance Marriage). Mereka sangat mungkin mengalami hambatan pernikahan jarak jauh dari masalah komunikasi sampai mungkin kesulitan mengatur finansial di dua dapur. Sama saja seperti kebanyakan pasangan karyawan BUMN (atau perusahaan lain yang sering memutasi karyawan), yang resiko pekerjaannya adalah LDM.
PRT adalah perempuan bekerja yang rentan mendapat kekerasan, baik fisik, mental, dan finansial:
Kebanyakan bekerja tanpa kontrak tertulis tentang hak dan kewajiban
Bekerja tanpa perlindungan hukum.
Tidak ada standar gaji dan bisa diperlakukan sewenang-wenang oleh majikan.
Tidak punya benefit asuransi kesehatan atau jaminan BPJS Ketenagakerjaan.
Jam kerja panjang, bisa 7 hari seminggu dan tetap bekerja di tanggal merah.
Di Singapura, PRT Wajib Mendapatkan:
Gaji
Jam kerja, lebur, dan hari libur yang pasti.
Libur di tanggal merah
Cuti tahunan dan cuti sakit
Asuransi kesehatan dan kecelakaan
Tempat tinggal dengan ventilasi baik.
Makan sehari 3 kali.
Dan semua itu ditulis dalam kontrak kerja. PRT juga wajib punya izin bekerja dari MOM (Ministry of Manpower).
UU perlindungan PRT sudah 20 tahun diperjuangkan namun belum juga disahkan. Untuk itu yang bisa kamu lakukan sementara:
Buat kontrak kerja yang jelas tentang hak dan kewajiban. Buat 2 rangkap bermaterai.
Beri mereka waktu istirahat dan cuti.
Daftarkan ART-mu di BPJS Ketenagakerjaan untuk jaminan kecelakaan kerja dan kematian.
Perlakukan sebagai perempuan bekerja, bukan sebagai pembantu. Dia tidak bantu kamu, dia bekerja 🙂
Jumat, 21 Juni 2024
Jangan Salah Pilih Sekolah untuk Balita Anda!
Di zaman serba modern ini, anak usia balita atau di bawah lima tahun sudah bisa memiliki kegiatan sekolah. Tak jarang mulai banyak bermunculan sekolah-sekolah untuk anak usia 3 tahun bahkan usia 1 tahun pun sekarang ada sekolahnya. Nah sebetulnya, penting gak sih para orang tua menyekolahkan anak di usia yang terbilang cukup dini?
Perlu diingat, usia balita adalah usia emas untuk meningkatkan dan melatih motorik kasar dan motorik halus anak yang tentunya akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak kedepannya. Sah-sah saja jika para orang tua ingin menyekolahkan anaknya karena sang anak juga akan berlatih berinteraksi dengan orang lain dan bersosialisasi dengan teman sebayanya. Usia balita biasanya masuk ke dalam Kelompok Bermain (KB) lalu lanjut ke jenjang Taman Kanak-kanak (TK). Namun perlu diingat pula, para orang tua jangan sembarangan memilih sekolah terutama untuk anak usia balitanya. Nah, apa saja kriteria sekolah usia balita yang perlu orang tua ketahui? Simak penjelasan berikut:
Tidak ada PR Calistung kecuali kegiatan bermain bersama orang tua.
Usia balita tidak didesain untuk belajar membaca menulis. Jadi untuk PR di rumah yang menyuruh mereka untuk membaca dan menulis, ini akan menjadi redflag bagi sekolahnya. Kemudian tugas orang tua juga bukan untuk menjalankan kurikulum belajar anak. Orang tua di rumah hanya perlu mendampingi dan bermain bersama anak, untuk urusan kurikulum sekolah dan susunan belajar anak-anak biarlah sekolah yang mengurusnya. Di rumah, mereka hanya perlu bermain untuk mengasah motorik kasar dan motorik halusnya. Contohnya bermain pretend play bersama orang tua, memasak bersama, atau kegiatan menyenangkan lainnya bersama orang tua.
Ruang atau Space Outdoor.
Walaupun banyak fasilitas sekolah yang menjadi unggulan seperti tempat ber-AC, perpustakaan, banyak mainan, dan fasilitas unggulan lainnya, sekolah KB dan TK harus memiliki ruang atau space outdoor untuk anak-anak bermain di sana. Kenapa? Karena anak-anak akan lebih leluasa jika berada di ruang terbuka. Mereka bisa merasakan alam sekitar, bermain di tengah hembusan angin, di bawah terik mentari, memanjat, berlari-larian, berkejaran, dan kegiatan lain yang hanya bisa dilakukan secara leluasa apabila di ruangan terbuka. Hal ini juga dapat melatih motorik kasar dan motorik halus anak. Sosial emosional juga akan dilatih di sini saat anak-anak saling berinteraksi dalam permainan seru mereka.
Ekspresi pihak sekolah ketika menjelaskan tentang program sekolah.
Dalam pengenalan sekolah, sudah pasti masing-masing pihak sekolah akan menjelaskan tentang keunggulan dari sekolah mereka. Selain tentang kurikulum, biasanya mereka akan membanggakan prestasi yang “menurut mereka” menjadi kelebihan sekolahnya dibandingkan dengan sekolah lain. Dari sini para orang tua akan mengetahui, tipe sekolah apakah yang mereka jelaskan. Yang menjadi redflag untuk para orang tua adalah sekolah yang benar-benar membanggakan dan menekankan tentang pelajaran membaca, menulis, dan menghitung. Hal ini masih belum perlu untuk sekolah di tingkatan KB dan TK karena di usia ini, prioritas utama mereka adalah bermain.
Rabu, 19 Juni 2024
Wanita Melamar Pria Duluan?
Baru-baru ini sosial media digemparkan oleh berita seorang wanita bertekuk lutut di depan publik dan melamar pria duluan. Bagaimana menurut kalian? Apakah kalian relate? Setuju atau tidak jika wanita melamar pria duluan?
Okay, let see. Mari kita bahas dari sudut pandang ilmu hukum alam semesta dalam feminine masculine energy secara netral.
Sebenarnya jika wanita melamar pria terlebih dulu sudah banyak dan sering terjadi di luar Indonesia, terutama para wanita extreme radical feminist yang merasa wanita berhak maju duluan, proaktif, menafkahi pria dan membiarkan sang pria mengurus keperluan rumah, bahkan melamar pria duluan. Kemudian hal ini menjadi viral dan menuai pro-kontra dalam pandangan masyarakat. Lalu baru-baru ini muncul dan terjadi di Indonesia, kemudian viral. Adegan wanita yang bertekuk lutut di hadapan pria yang merupakan pacarnya dan diduga hal ini terjadi karena si pacar tidak kunjung melamarnya. Katanya sih, “Wanita berhak maju duluan.” bahkan banyak pula wanita pada kolom komentar sosial medianya yang terinspirasi ingin melakukannya juga. Menurut kalian, apa hal ini menjadi lazim dan patut untuk ditiru?
SOFT GUY ERA
Ada istilah baru di luar negeri yaitu Soft Guy Era. Apa itu Soft Guy Era?
Soft Guy Era adalah zaman di mana banyak pria-pria feminine energy bertebaran. Mereka berharap dinafkahi wanita, dijemput, diberi uang, dibayarin saat kencan atau split bill, ditembak duluan, bahkan dilamar duluan. Para pria ingin diperlakukan bak ratu dan di sisi ini pria tidak menunjukkan effortnya sebagai seorang pria jantan atau pria maskulin yang memang seharusnya kodratnya begitu. Seakan hukum alam semesta sudah terbalik. Soft Guy Era dan Extreme Radical Feminist sebenarnya sudah sejak lama masuk ke Indonesia. Banyak pria feminine energy dan wanita masculine energy di jaman ini.
Pernah mendengar cerita jaman sekarang wanita bekerja keras mati-matian untuk menghidupi keluarga padahal dia memiliki suami dan suaminya lebih memilih di rumah saja? Ada pula cerita tentang wanita yang mengejar pria yang dia kencani dan memberikan hadiah serta semua kemauan si pria dia turuti?
Kira-kira apa saja alasannya? Kenapa ini bisa terjadi?
Dari segi kacamata kesehatan, semua ini akibat efek dari phthalates yang memberikan dampak penurunan hormon testosteron secara signifikan terhadap pria yang didapatkan mereka dari makanan, skin care, pupuk, dan hal-hal yang dapat mengganggu pertumbuhan hormon testosteron mereka.
Fatherless behavior. Banyak dari pria tersebut yang tidak mendapatkan kasih sayang yang tulus dari seorang Ayah. mereka tidak tahu cara menjadi pria sejati dan pria maskulin. Mereka tidak dapat tuntunan secara nyata bagaimana cara pria bersikap jantan. Mereka hanya tau dilayani saja oleh Ibu mereka, tetapi kurang perhatian dari sosok Ayah.
Ajaran extreme radical feminist yang salah kaprah, mengajarkan wanita untuk bisa melakukan semua secara mandiri termasuk dalam menyatakan cinta dan melamar pria terlebih dahulu.
Ajaran dating coach yang bertebaran di sosial media yang mengajarkan pria untuk duduk manis dan membiarkan wanita yang mengejar-ngejar dan bertekuk lutut, memberikan semua yang wanita punya, dan membiarkan wanita yang berusaha lebih keras dari pada si pria. Lalu mengajarkan wanita untuk menjadi masculine energy setiap saat.
Dari beberapa kasus yang telah dijabarkan di atas, kalian para wanita harus cerdas dan jangan mau dimanipulasi oleh para pria maupun dating coach yang beredar di sosial media. Mereka hanya ingin menciptakan wanita untuk menjadi masculine energy agar para pria low testosteron bisa rileks dan wanita yang lebih banyak berjuang.
Semangat untuk para wanita. Perjuangkan harga dirimu…
Selasa, 18 Juni 2024
Cara Membuat Pria Tergila-gila Padamu
Minggu, 16 Juni 2024
MEMOAR KALA ITU
Warkop Sejuk di Malang Buka 24 Jam
Sabtu, 15 Juni 2024
Stop! Jangan Menikah Jika Tidak Siap Repot
Dari Limbah Jadi Mainan Anak: Solusi Edukasi dan Lingkungan dalam Satu Sentuhan
Bukir, Kota Pasuruan, Jawa Timur adalah salah satu penghasil mebel terbesar di Jawa Timur. Tidak kalah dengan kota Jepara, mebel di Kot...
-
Richie memandangi wajah Vela lekat-lekat. Gadis berambut panjang yang memiliki mata bulan dan kulit sawo matang itu menjadi salah tingkah ka...
-
Baru-baru ini sosial media digemparkan oleh berita seorang wanita bertekuk lutut di depan publik dan melamar pria duluan. Bagaimana menurut ...
-
Belakangan ini sering muncul adanya virus enterovirus atau sering disebut sebagai Flu Singapura. Virus ini kebanyakan menyerang anak-anak di...







